Senin, 28 November 2016

1. Apa itu Sistem Operasi?

PC, Smartphone, tablet, laptop, Smart TV, Switch dan Router merupakan alat yang sangat berbeda dalam hal hardware, penggunaan dan kemampuannya. Hal yang membuatnya sama adalah bahwa semua itu merupakan Hardware yang dijalankan/difungsikan oleh Sistem Operasi
Semua alat yang digunakan oleh pengguna atau sebagai alat jaringan harus tertanam sistem operasi untuk dapat digunakan. Apapun bentuknya, alat/hardware yang dijalankan oleh sistem operasi biasa disebut dengan komputer.
Komputer akan me-load sistem operasi ketika dinyalakan dari penyimpanan/hardisk ke RAM. Porsi OS yang berinteraksi secara langsung dengan Hardware dikenal sebagai Kernel. Porsi yang menjadi antar muka dengan aplikasi dan pengguna disebut dengan Shell. Pengguna bisa berinteraksi dengan Shell menggunakan 2 cara: 
  • Command-line interface (CLI) - Pengguna berinteraksi dengan sistem menggunakan perintah text pada command prompt.
  • Graphical user interface (GUI) - Pengguna berinteraksi dengan sistem melalui lingkungan yang menggunakan gambar, multimedia dan text.

Kebanyakan sistem operasi menggunakan GUI seperti Windows XP/7/8, MAC OS, Linux, dll, yang tentu saja tidak akan dibahas disini.

 2. Cisco Internetwork Operating System (IOS)

Sistem operasi yang digunakan oleh alat jaringan dikenal sebagai Network Operating System. Cisco Internetwork Operating System (IOS) adalah salah satu contoh sistem operasi yang digunakan dalam alat jaringan Cisco seperti Switch dan Router. Contoh lain seperti JunOS, Vyatta, Arista, Mikrotik OS, dll.
Metode yang biasa digunakan untuk mengakses Cisco IOS adalah menggunakan CLI. 

2.1 Penyimpanan Cisco IOS


IOS file itu sendiri ukurannya hanya beberapa MB yang tersimpan pada sebuah penyimpanan semi permanen yang disebut flash. Memory flash ini merupakan penyimpanan yang bersifat non-volatile, yang artinya isi dari memory tidak akan hilang saat alat dimatikan, bisa dirubah dan di overwritte (ditimpa). Hal ini membuat IOS bisa diupgrade ke versi yang baru tanpa harus mengganti hardware. Flash juga dapat menyimpan lebih dari satu versi IOS software.
Pada banyak alat Cisco, IOS disalin dari flash ke RAM ketika alat (Router/switch) dinyalakan. IOS kemudian berjalan dari RAM ketika alat beroprasi. RAM digunakan oleh alat jaringan untuk meningkatkan kinerja dan melakukan fungsinya seperti menyimpan data secara sementara (volatile), yaitu kebalikan dari flash, isi pada RAM akan hilang jika alat dimatikan.

2.2 Fungsi IOS

Cisco IOS pada router dan switch melakukan fungsi dimana profesional network bergantung untuk membuat infrastruktur jaringannya berjalan seperti yang diinginkan.
Fungsi utama yang dijalankan oleh router dan siwtch Cisco adalah:
  • Mendukung keamanan jaringan
  • IP addressing pada interface fisik dan virtual
  • Menjalankan konfigurasi secara spesifik pada interface untuk mengoptimalkan konektifitas sesuai media
  • Routing
  • Menjalankan teknologi Quality of Service (QoS)
  • Teknologi managemen jaringan

Tiap fitur atau service tersebut telah diasiosasikan dengan perintah konfigurasi sehingga dapat diimplementasikan oleh teknisi jaringan. Service yang dijalankan oleh Cisco IOS umumnya di akses melalui CLI.

 3. Mengakses Cisco IOS Device (Router/Switch)

Ada beberapa cara untuk mengakses CLI. Metode yang sering dipakai adalah:
  • Console
  • Telnet atau SSH
  • AUX port

3.1 Metode Akses Melalui Console

Port console adalah sebuah port managemen ke alat Cisco dengan jalur akses yang disebut out-of-band. Out-of-band access merujuk pada akses melalui channel managemen khusus yang digunakan hanya untuk kebutuhan maintenance.Keuntungan menggunakan port console adalah bahwa alat bisa diakses walau alat tersebut belum dikonfigurasi layanan apapun. Port console biasanya digunakan untuk melakukan konfigurasi dasar/awal (initial configuration). 

Ketika melakukan konfigurasi dasar, alat dihubungkan melalui port console menggunakan kabel khusus ke komputer yang menjalankan terminal emulator. Perintah konfigurasi untuk men-setting router atau switch bisa di lakukan pada komputer yang terkoneksi tersebut.
Port console juga dapat digunakan ketika service jaringan tidak berfungsi dan akses secara remote tidak mungkin dilakukan. Teknisi bisa melakukan semua konfigurasi pada koneksi console ini.
Untuk IOS device pada umumnya, secara default akses console tidak memerlukan bentuk keamanan apapun. Walaupun akses console dilengkapi dengan password untuk mencegah akses tanpa otoritas, disaat password hilang alat masih bisa diakses dengan prosedur tertentu dan mem-bypass password. Oleh karena itu IOS device harus disimpan pada ruangan yang terkunci atau diamankan secara fisik.

3.2 Metode Akses Secara Remote

3.2.1 Telnet

Telnet adalah sebuah metode untuk membuat koneksi secara remote (jarak jauh) ke session CLI, melalui interface virtual di jaringan. Tidak seperti koneksi console, session telnet membutuhkan layanan jaringan yang aktif pada alat. Alat jaringan minimal harus telah dikonfigurasi satu interface dengan IP address.
Cisco IOS device memiliki telnet server dan client, sehingga bisa di telnet melalui telnet client dan bisa melakukan telnet ke server telnet lain.

3.2.2 SSH

Protokol Secure Shell (SSH) merupakan login remote seperti telnet, bedanya SSH menggunakan layanan jaringan yang aman. SSH mendukung otentikasi password yang lebih kuat dari telnet dan menggunakan enkripsi ketika mentransmisikan data session. Hal ini memungkinkan user ID, password dan detail session managemen lainnya tetap private. Pada praktiknya, lebih baik menggunakan SSH dari pada Telnet.

3.2.3 AUX

Sebuah cara lama untuk membuat sebuah session CLI secara remote adalah melalui koneksi dial-up telepon menggunakan modem yang terkoneksi ke port auxiliary (AUX) pada router (port yang ditandai pada gambar dibawah).

Seperti koneksi console, metode AUX merupakan koneksi out-of-band yang tidak memerlukan layanan jaringan pada alat. Pada kasus alat mengalami kegagalan service, administrator masih bisa mengakses secara remote melalui jalur telepon. AUX juga bisa digunakan secara lokal seperti konsole, dikoneksikan secara langsung ke komputer yang menjalankan terminal emulator. Namun begitu, port console lebih direkomendasikan untuk dipakai dari pada AUX, karena console menampilkan startup, debugging dan pesan error secara default.

3.2.4 Software Terminal Emulator

Untuk mengakses session CLI pada alat jaringan secara remote (telnet/SSH) ataupun melalui serial console dibutuhkan software yang dapat mengemulasikan terminal CLI itu sendiri. Ada banyak terminal emulator yang bisa digunakan, diantaranya sebagai berikut:
  • PuTTY
  • Tera Term
  • ScureCRT
  • HyperTerminal
  • OS X Terminal

 4. Sistem Konfigurasi Cisco IOS

4.1 Mode Operasi pada Cisco IOS

CLI menggunakan mode struktur hirarki pada pengoprasiannya. Teknisi harus melewati berbagai mode tersebut untuk dapat melakukan konfigurasi pada alat. Mode hirarki ini diurutkan dari yang paling dasar hingga spesialis, mode yang utama adalah:
  • User executive (User EXEC) mode
  • Privileged executive (Privileged EXEC) mode
  • Mode konfigurasi global
  • Mode konfigurasi lain yang spesifik, seperti mode konfigurasi interface.
Tiap mode mempunyai prompt khsus dan perintah khusus yang available pada mode tersebut, atau dengan kata lain, tiap mode mempunyai ketersediaan perintah yang berbeda. Misal, pada mode konfigurasi global seorang teknisi bisa melakukan konfigurasi ke alat secara keseluruhan seperti merubah nama host, hal ini tidak bisa dilakukan pada mode privileged EXEC.

Mode struktur hirarki bisa dikonfigurasi untuk mendukung keamanan dengan menentukan otentikasi berbeda pada tiap mode hirarki.

4.2 Mode Utama Pada IOS

Sebagai salah satu fitur keamanan, Cisco IOS memisahkan session EXEC menjadi dua mode utama (dua level access); user EXEC dan privileged EXEC.

4.2.1 User Exec Mode

User EXEC mode memiliki batasan untuk melakukan konfigurasi namun berguna untuk beberapa operasi dasar. User EXEC adalah mode yang pertama kali lalui oleh teknisi ketika mengakses CLI pada sebuah IOS device. Mode ini secara default tidak dilengkapi dengan otentikasi password, dan dikenali pada prompt CLI dengan diakhiri simbol >.
Switch>
User EXEC hanya mengizinkan perintah dasar untuk monitoring yang artinya teknisi hanya bisa memeriksa dan melihat konfigurasi.

4.2.2 Privileged EXEC Mode

Pengguna atau teknisi jaringan harus melewati user EXEC untuk mengakses privillage EXEC. Privileged EXEC ditandai pada akhir prompt dengan simbol #.
Switch#
Mode konfigurasi global dan mode konfigurasi spesifik lainnya hanya bisa diakses dari mode privileged EXEC.

4.3 Mode Konfigurasi Global


Melalui mode konfigurasi global atau secara singkat disebut global config, perubahan konfigurasi yang dilakukan berbepengaruh pada operasi alat secara keseluruhan. Berikut perintah untuk menuju mode global config:
Router# configure terminal
Router(config)#
Dari mode global config user bisa masuk ke sub-konfigurasi yang berbeda seperti interface dan routing. 
Router(config)# interface fastehternet 0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Berikut perintah untuk melakukan navigasi atau perpindahan mode pada iOS:
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# exit
Router# disable
Router>

 5. Struktur Perintah IOS

Tiap perintah pada IOS memiliki format atau syntax yang spesifik dan hanya bisa di eksekusi pada mode tertentu. Syntax umum untuk sebuah perintah adalah perintah yang diikuti oleh keyword dan argument tertentu. Beberapa perintah mengandung sub argumen untuk mendukung fungsi tambahan. Perintah atau Command digunakan untuk mengeksekusi sebuah aksi, sedangkan keyword atau argumen lain digunakan untuk menentukan dimana dan bagaimana perintah tersebut dieksekusi.

Pada contoh di atas perintah show diikuti dengan ip protocols. Keyword tersebut digunakan untuk menampilkan layanan routing yang aktif pada IOS device.
Referensi perintah IOS terdapat pada dokumentasi online pada web cisco: Cisco IOS Command Reference.

 6. Perintah Untuk Melakukan Pemeriksaan IOS Device

Untuk memferifikasi dan troubleshooting jaringan, kita harus mengecek operasi alat. Perintah dasar untuk melakukan pengecekan atau pemeriksaan adalah show. Gunakan show ? untuk melihat ketersediaan perintah dan keyword lainnya pada suatu mode.
Biasanya perintah show digunakan untuk menampilkan informasi tentang konfigurasi, operasi layanan dan status pada tiap bagian dari switch atau router Cisco.

Misal, perintah show yang paling banyak digunakan adalah show interfaces. Perintah ini menampilkan statistik untuk semua interface pada IOS device.
Switch# show interfaces
Beberapa contoh perintah show lainnya yang sering kali digunakan oleh teknisi jaringan adalah:
  • show startup-config - menampilkan konfigurasi yang tersimpan di NVRAM
  • show running-config - menampilkan isi dari file konfigurasi yang sedang berjalan pada RAM
  • show version - menampilkan informasi tentang versi IOS yang sedang berjalan, termasuk didalamnya informasi versi bootstrap, system uptime, hardware info, hardware interfaces, software fitur dan configuration register.

 7. Tentang Artikel Ini (disclaimer)

Since this post i copied (re-write and translate) from online material Cisco Academy Programs, i realized this post may content Copy right of Cisco System. But this post use for educational purpose only, not commercial and getting paid by third party and ads on my blog
Artikel ini adalah hasil terjemahan dari materi online untuk student Cisco Networking Academy Programs (CNAP) yang saya ikuti. Jadi tulisan ini adalah tulisan salinan, semua gambar yang terdapat pada tulisan ini di capture dari web based online material sehingga mungkin mengandung hak cipta Cisco, dan apa yang saya lakukan mungkin tidak dibenarkan, namun saya hanya menggunakan hal tersebut untuk tujuan edukasi. Mudah-mudahan bermanfaat! ;)
Download artikel ini dalam versi ebook
http://fahmpress.blogspot.co.id/2014/10/mengenal-sistem-operasi-jaringan-cisco.html

Mengenal CISCO IOS


Iseng -iseng g ada kerjaan, mending dipake buat belajar menulis, :p. Langsung ke intinya aja deh. let's go ..... :)

Ok. kali ini ane mau berbagi tentang CISCO IOS. Apa sih itu Cisco IOS ?. CISCO IOS adalah sebuah operating sistem dalam perangkat - perangkat Cisco. kepanjang dari CISCO IOS adalah Cisco Internetwork Operating Sistem. Sama seperti PC, perangkat - perangkat Cisco tanpa Operating sistem tidak akan berfungsi. Router, LAN switch, Wireless AP adalah contoh perangkat - perangkat yang menggunakan CISCO IOS.

Cisco IOS menyediakan layanan - layanan :
  • Basic routing dan fungsi switching
  • Keamanan dalam mengakses sumber jaringan
  • Network scalabilty


Dilihat dari gambar di atas, perangkat Cisco yang memiliki Cisco IOS mempunyai:
  • Flash Memory
  • NVRAM
  • RAM

Singkatnya, Flash memory itu diibaratkan hardisk jika di PC. flash memory berisi operating sistem yaitu CISCO IOS. NVRAM berfungsi untuk menyimpan konfigurasi - konfigurasi yang telah disimpan atau "startup config". dan RAM berfunsi konfigurasi - konfigurasi yang belum disimpan "running config". jadi seandainya kita mengkonfigurasi ip router. konfigurasi itu terdapat di RAM atau di "running-config", dan saat kita menyimpannya dengan command "copy running-config startup-config" konfigurasi ip router berada di NVRAM. jadi jika kita power off perangkat cisco (router) dan kita power on kembali. konfigurasi ip route tidak hilang. jika kita belum "copy running-config startup-config" atau menyimpannya ke NVRAM atau masih di RAM, saat kita power off dan power on kembali konfigurasi ip router hilang karena belum disimpan ke NVRAM. Cisco IOS sendiri dikonfigurasi melalui CLI(Command Line Infterface).




Cara - cara mengakses CLI Cisco IOS di perangkat cisco :
  • Melalui Console
  • Melalui telnet atau ssh
  • Melalui Aux port


Melalui Console port
Mengakses melalui console adalah ketika perangkat belum dikonfigurasi, saat trouble shooting ketika remote perangkat tidak bisa, dan ketika recovery password.

Melalui telnet atau ssh
Mengakses melalui telnet atau ssh adalah ketika network admin menyediakan akses. biasanya diberi password agar aman. dan perlu diketahui bahwa ssh lebih aman dibandingkan dengan telnet.

Melalui Aux port
Biasanya mengakses melalui Aux port ketika console port tidak berfungsi. Aux port pun jarang digunakan. karena telah ada console port

Mode - Mode CISCO IOS


Mode - mode Cisco IOS didesain secara hirarki, maksudnya mempunyai struktur secara hirarki dari mode - modenya, bingung ya ? sama ane juga bingun, hahahaha. lanjut lagi deh. jadi cisco IOS mempunyai mode - mode sepeti ini :
  • User Executive Mode (User Exec)
  • Privilige Executive Mode(Privilige Exec)
  • Global Configuration Mode
  • Other Configuration Mode

Masih bingung ga ? hehe, jadi maksud Cisco membuat mode - mode itu agar konfigurasinya rapih, aman, dan bertahap secara masing level-level.

Contoh User Exec :

Contoh Privilige Exec :

Contoh Global Configuration Mode :

atau secara rincinya :
  • Baris pertama menunjukan User Exec
  • Baris kedua menunjukan Privilige Exec
  • Baris Ketiga menunjukan Global Configureation
  • Baris Keempat menunujukan Other Configuration


Primary Mode


Mode utama pada CISCO IOS adalah :
  • User Executive Mode
  • Privilige Executive Mode

User Executive Mode

Jadi, saat kita masuk di lingkungan CLI CISCO IOS pertama kali, kita berada di User Exec. Ini adalah top hirarki dan ditandai dengan "router>" key adalah ">". Itu menunjukan kita berada di User Exec Mode, pada saat kita berada di User Exec Mode biasanya command dibatasi dan kita hanya bisa melihat seperti interface perangkat, version perangkat, dll.

Privilige Executive Mode

Untuk memasuki Privilige Exec Mode kita harus melalui User Exec Mode terlebih dahulu, Jika kita berada di Privilige Exec Mode, kita dapat mengkonfigurasi perangkat, hak kita penuh, ibaratnya kita sebagai "root" jika di OS Linux. biasanya ditandai dengan "router#" key "#".Ini adalah tahapan kedua setelah User Exec Mode

Jadi sekarang ngerti kan apa itu Mode - mode di Cisco IOS ? hehe, Jika kita masuk ke CLI Cisco IOS pertama kali, kita pasti berada di User Exec Mode, setelah itu jika ingin konfigurasi kita harus masuk ke Privilige Exec Mode, Cara masuknya gimana tuh ??? tenang tenang, santai dulu. jadi untuk berpindah dari User Exec mode ke Privilige Exec Mode gini caranya : ketik enable dan kemudian pencet enter. jika simbolnya sudah berubah dari "router>" menjadi "router#". kita telah berhasil masuk ke Privilige Exec Mode. Selamat ya, hehe


Basic Cisco IOS Command


Setiap command Cisco IOS mempunyai format spesifik. umumnya sintaks command adalah "command" dan diikuti dengan "argument". contohnya :

router>show version

command disini adalah show, dan argumentnya adalah version.lebih rinci adalah :


Semoga bermanfaat ya ^_^ , Maaf kalau ada salah dalam kata dan penulisan.
http://rorikurniadi.blogspot.co.id/2011/10/mengenal-cisco-ios.html

Minggu, 27 November 2016

Auto Refres Tab Revolver-Tabs Refreshes and Rotates Tabs in Google Chrome

http://lifehacker.com/5463219/revolver-tabs-refreshes-and-rotates-tabs-in-google-chrome

https://chrome.google.com/webstore/search/revolver?hl=en-US 

Jumat, 25 November 2016

Mengkonversikan Biner ke Hexa Desimal

Bilangan Hexa Desimal merupakan bilangan yang berjumlah 16, 
yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
Nah pelajaran kali ini bagaimana mengkonversikan bilangan Biner (0 dan 1)
ke bilangan Hexa (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F).

Begini caranya :
Pelajaran ke 1.
1011010 biner = ........ Hexa

Caranya cukup sederhana rumusnya yaitu : ambil 4 digit dari kanan dan carilah
nilai HEXA nya.

101 1010

5   A

lho? kok bisa konsepnya tetap sama yaitu : 8  4  2  1
dan bilangan HEXA yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F, jadi jika lewat dari 
9 maka : 
10 menjadi A, 
11 menjadi B, 
12 menjadi C, 
13 menjadi D, 
14 menjadi E,
15 menjadi F
dan 16 menjadi? ya 10 Hexa lah :D

jadi konsepnya tetap : 8 4 2 1
8 4 2 1      8 4 2 1
---------------------
  1 0 1      1 0 1 0
    5           A

Nilai 101 = 4+1 = 5
Nilai 1010= 8+2 = A
jadi ya 1011011 biner = 5A Hexa

Pelajaran ke 2 :
1110101011101 biner = .....Hexa

langkahnya, jadikan 4, 4 biner dari kanan, yaitu :

1 1101 0101 1101
buat :
8 4 2 1   8 4 2 1   8 4 2 1   8 4 2 1
-------------------------------------
      1   1 1 0 1   0 1 0 1   1 1 0 1
      1      D         5         D
maka
nilai 1    = 1     = 1
nilai 1101 = 8+4+1 = D
nilai 0101 = 4+1   + 5
nilai 1101 = 8+4+1 = D

jadi 1110101011101 biner = 1D5D Hexa

Cukup mudah bukan! :D D
https://mesran.wordpress.com/2011/06/29/mengkonversikan-biner-ke-hexa-desimal/ 

Kamis, 27 Oktober 2016

Port Forwarding Akses Winbox Port 8291

 
Assalamualaikum

Selamat sore paman pengguna internet, hampir buka puasa nih hehe
Kali ini sesuai judul akan saya coba konfigurasi port forwarding untuk akses mikrotik melalui winbox. Jadi saya mempunyai dua mikrotik dan satu client. Mikrotik ke satu saya beri nama bapak dan mikrotik kedua saya beri nama anak. Tapi bapak akan melindungi anak dari ping yang dilakukan oleh client jadi client ke anak tidak bisa berhubungan kecuali dengan perantara bapak *ngomong apaan sih :v

Oke begini topologinya,

Topologi forwarding winbox
Seperti biasa buka dulu winboxya ke Mikrotik 1, Nah IP nya yang 192.168.7.1

login mikrotik

Seharusnya namanya bapak tapi masih belum saya ganti hehe

Ip firewall nat

Kemudian masuk ke IP -- Firewall -- Nat, lalu klik [+]

nat rule mikrotik

Masukan 
Chain : dstnat
Dst Address : 192.168.7.1 (IP yang terhubung ke client)
Protocol : TCP
Dst Port : 8080 (Sesuai keinginan sobat)

Artinya kurang lebih begini, Setiap ada tujuan yang mengarah ke IP 192.168.7.1 dengan protokol tcp dan melalui port 8080 maka akan diproses ke tab action.

Lalu pindah ke tab Action

dstnat mikrotik

Pilih 
Action : dst-nat
To Address : 192.168.10.1 (IP anak mikrotik 2)
To Ports : 8291 (port winbox bisa dilihat di IP -- Services)

melihat port services mikrotik

Kemudian pindah ke Mikrotik 2 (anak) di sini kita harus men setting routenya agar melewati bapak (agak durhaka nih :v) jadi untuk melakukan sebuah koneksi kedua device harus saling berhubungan mengirimkan paket. Dalam skema ini request di wakil kan dari client ke bapak untuk mengontak anaknya lalu si anak mengirimkan data ke bapak yang di teruskan ke client. Sehingga anak bisa ping ke client tetapi client tidak bisa ping ke anak.

menambah route mikrotik

Pada route anak isikan
Dst Address : 0.0.0.0/0. Default route, artinya kemana saja tujuanya dia akan disuruh melewati gateway : 192.168.10.2 (IP Bapak) 

Lalu kita cek apakah sudah bisa ping ke ip yang berada satu network dengan client

tes ping mikrotik

Sudah. Kemudian kita coba login winbox dari client.

login winbox dengan port

Ingat, kita harus menambahkan port 8080 untuk koneksi ke anak

masuk winbok dengan port

Nah kita sudah bisa masuk ke mikrotik anak, tandanya kita sudah berhasil untuk membuat port forwarding winbox.

Cukup sekian kali ini tutorial untuk membuat port forwarding winbox dengan akses melalui port 8080. Sampai jumpa di artikel selanjutnya

Terima kasih Jati Nurohman, Ikhsan Setiawan yang telah membantu hehe 

Wassalamualaikum wr wb
https://ardpratama.blogspot.co.id/2015/06/port-forwarding-akses-winbox-port-8291.html