Senin, 26 Januari 2015
Rabu, 21 Januari 2015
Tutorial Networking: Block Video Streaming di Mikrotik
Jika sebelumnya kita sudah praktekkan bagaimana memblok akses Facebook dengan Layer7 Winbox, maka kali ini di artikel berikut, anda akan menemukan informasi bagaimana memblok video streaming dengan Layer7 Winbox. Langkah-langkahnya:
1. Menambah rule Facebook pada list Layer 7 (L7)
• IP > FIREWALL > Layer7 Protocols
• Klik tanda + (Add), tambahkan seperti pada gambar di bawah. Kemudian klik OK. Isi name: all-video-regex, dengan value
• IP > FIREWALL > Layer7 Protocols
• Klik tanda + (Add), tambahkan seperti pada gambar di bawah. Kemudian klik OK. Isi name: all-video-regex, dengan value
\.(mp4|wmv|avi|mpg|mpeg|flv|mov|3gp|rm|rm1|dat|vob|asf)
Value ini adalah file extension dari video streaming yang akan diblok. Artinya nanti di akhir eksperimen ini, file-file berjenis mp4, wmv, avi, mpg, dst. Tidak akan bisa di-streaming lagi oleh siapapun yang menggunakan sambungan internet anda.
2. Setting Mangle. Mangle berfungsi mengelompokkan akses video streaming untuk nanti dimasukan ke filter rule.
• IP > FIREWALL > MANGLE
• Tambahkan mangle yang pertama, klik button + (Add)
• Pada menu General > Chain, pilih Prerouting. Pada General > Protocol pilih TCP.
• Pada menu Advanced > Layer7 Protocol, pilih all-video-regex (sesuai yang kita isi di layer7)
• Pada menu Action, pilih mark packet. Kemudian isi new mark packet dengan: all-video. Seperti gambar di bawah ini:
• IP > FIREWALL > MANGLE
• Tambahkan mangle yang pertama, klik button + (Add)
• Pada menu General > Chain, pilih Prerouting. Pada General > Protocol pilih TCP.
• Pada menu Advanced > Layer7 Protocol, pilih all-video-regex (sesuai yang kita isi di layer7)
• Pada menu Action, pilih mark packet. Kemudian isi new mark packet dengan: all-video. Seperti gambar di bawah ini:
3. Setting Filter Rule untuk membuat aturan penyaringan paket yang masuk.
• IP > FIREWALL > FILTER RULE
• Silakan tambahkan filter rule, klik tanda + (Add)
• Pada menu General > Chain, pilih forward. General > Packet Mark, pilih all-video (sesuai isi dari new mark packet pada mangle)
• Pada menu Action > Action, pilih drop. Jadinya seperti di gambar di bawah ini:
• IP > FIREWALL > FILTER RULE
• Silakan tambahkan filter rule, klik tanda + (Add)
• Pada menu General > Chain, pilih forward. General > Packet Mark, pilih all-video (sesuai isi dari new mark packet pada mangle)
• Pada menu Action > Action, pilih drop. Jadinya seperti di gambar di bawah ini:
4. Beri comment/nama untuk filter. Klik comment:
Jika anda adalah administrator jaringan yang hanya ingin menerapkan blok Streaming Video pada jam-jam tertentu saja, maka berikut adalah step-step tambahan yang bisa anda ikuti:
1. Buat script/aturan untuk pembukaan/penutupan akses. Di bawah ini kami beri contoh schedule pengaksesan untuk block akses video
• SYSTEM > SCRIPT. Klik tanda + (Add).
• Berikut script untuk menghidupkan akses video:
• SYSTEM > SCRIPT. Klik tanda + (Add).
• Berikut script untuk menghidupkan akses video:
nama: video-on
skrip: {/ip firewall filter disable [/ip firewall filter find comment=”all-video”]}
Value “all-video” merupakan comment yang diberikan pada saat pengisian Filtering Rule
• Berikut script untuk mematikan akses video:
nama: video-off
skrip: {/ip firewall filter enable [/ip firewall filter find comment=”all-video”]}
2. Memberikan jadwal akses/block
• Menjadwalkan block akses video. Misalnya pada gambar berikut, kami menjadwalkan block akses video akan diterapkan mulai pukul 08.00 WIB.
• Menjadwalkan block akses video. Misalnya pada gambar berikut, kami menjadwalkan block akses video akan diterapkan mulai pukul 08.00 WIB.
• Menjadwalkan pembukaan akses terhadap file video. Misalnya pada gambar berikut artinya kami menjadwalkan akses video akan dibuka pada pukul 16.00 WIB
Nah, selamat mencoba :-)
Blokir Situs Porno dan Negatif dengan DNS Nawala pada Mikrotik
“Nawala Nusantara adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Nawala Nusantara akan membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Nusantara juga akan menapis situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.Demikian sambutan oleh Tim Nawala pada website nawala.org yang sekaligus bisa memberikan anda pengertian tentang apa itu Nawala. DNS Nawala merupakan program pemerintah dalam hal ini mekominfo untuk memfilter situs situs negatif dan terutama situs porno. ISP di Indonesia sebenarnya diharuskan untuk menggunakan DNS ini pada Server mereka, namun entah karena alasan bisnis atau yang lainnya, sampai saat ini masih banyak pengguna layanan ISP yang bebas untuk mengakses situs – situs porno. Terlepas dari semua kelemahan DNS Nawala ini, jika anda berminat untuk memblokir situs – situs negatif pada jaringan anda, anda bisa menggunakan DNS ini pada Server jaringan anda.
Selamat Menggunakan layanan kami dan jika ada saran, usulan, dan kritikan alamatkan ke info@nawala.org
Salam,
Tim Nawala “
Pada tutorial ini akan membahas tentang bagaimana memblokir situs negatif dengan Nawala pada Mikrotik RouterOS. Set DNS Server Mikrotik menggunakan DNS Server Nawala (180.131.144.144 dan 180.131.145.145).
Buka terminal dan ketikkan :
ip dns set servers=180.131.144.144,180.131.145.145 allow-remote-requests=yesuntuk penggunakan mikrotik versi 3.xx kebawah :
ip dns set primary-dns=180.131.144.144 secondary-dns=180.131.145.145 allow-remote-requests=yesatau jika anda prefer menggunakan winbox anda bisa ser DNS Server melalui menu IP > DNS lalu isikan DNS Server Nawala (180.131.144.144 dan 180.131.145.145) dan centang pada “allow-remote-requests”.
Langkah selanjutnya adalah memaksa client untuk menggunakan DNS Server Nawala ini meski client tersebut mengakali dengan menggunakan Open DNS dengan mengeset DNS Server sendiri. Langkah ini adalah untuk menanggulangi kelemahan program pemblokiran yang lebih mengandalkan kesadaran dari pengguna. Namun bukankah tak ada gading yang tak retak, kita perlu mengapresiasi usaha menkominfo dalam pemfilteran situs – situs negatif di Indonesia tercinta ini. Oke kembali pada hal teknis, untuk memaksa setiap pemintaan DNS (port 53) pada protokol UDP dan TCP ke DNS Mikrotik yang sudah di set ke Nawala (jadi, meskipun user menggunakan DNS lain tetap akan “dipaksa” menggunakan DNS nawala) buat rule di firewall seperti berikut :
ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=53 action=redirect to-ports=53 comment=NawalaPornBlockingJika menggunakan winbox, anda bisa mensetting dengan masuk ke menu “ip” > “firewall” > “NAT”.
ip firewall nat add chain=dstnat protocol=udp dst-port=53 action=redirect to-ports=53 comment=NawalaPornBlocking
Untuk membuktikan keampuhan dari Metode Pemblokiran dengan DNS Nawala ini silahkan anda buka situs – situs porno, jika anda benar – benar tidak tahu anda bisa mencarinya di gugel dengan keyword “porn” lalu akses salah satu yang ada list, maka akan diredirect ke halaman nawala.org seperti berikut :
Jika pemblokiran situs porno dengan menggunakan web-proxy mikrotik masih bisa bocor, begitu pula dengan metode pemfilteran dengan DNS Nawala ini, jadi sebagai saran saja, untuk menambah keampuhan pemblokiran situs porno ini anda bisa mengkombinasikan dengan metode lain, yang salah satunya adalah dengan web proxy mikrotik yang sudah dibahas disini.
Ayo majukan Indonesia dengan menggunakan produk dalam negeri, dan salah satunya adalah Nawala Project. Semoga bermanfaat untuk jaringan anda dan Negeri ini. :)
Selasa, 23 Desember 2014
ARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID
Konsep Subnetting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.
Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
| CLASS | OKTET PERTAMA | SUBNET MAS DEFAULT | PRIVATE ADDRESS |
| A | 1-127 | 255.0.0.0 | 10.0.0.0-10.255.255.255 |
| B | 128-191 | 255.255.0.0 | 172.16.0.0-172.31.255.255 |
| C | 192-223 | 255.255.255.0 | 192.168.0.0-192.168.255.255 |
Perhitungan Subnetting
Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
|
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
| Subnet | 192.168.1.0 | 192.168.1.64 | 192.168.1.128 | 192.168.1.192 |
| Host Pertama | 192.168.1.1 | 192.168.1.65 | 192.168.1.129 | 192.168.1.193 |
| Host Terakhir | 192.168.1.62 | 192.168.1.126 | 192.168.1.190 | 192.168.1.254 |
| Broadcast | 192.168.1.63 | 192.168.1.127 | 192.168.1.191 | 192.168.1.255 |
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
| Subnet Mask | Nilai CIDR |
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.255.252 | /30 |
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
|
|
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.64.0 | 172.16.128.0 | 172.16.192.0 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.64.1 | 172.16.128.1 | 172.16.192.1 |
| Host Terakhir | 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16..255.255 |
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet | 172.16.0.0 | 172.16.0.128 | 172.16.1.0 | … | 172.16.255.128 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.0.129 | 172.16.1.1 | … | 172.16.255.129 |
| Host Terakhir | 172.16.0.126 | 172.16.0.254 | 172.16.1.126 | … | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.0.127 | 172.16.0.255 | 172.16.1.127 | … | 172.16.255.255 |
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
| Subnet |
| … |
| ||
| Host Pertama |
| … |
| ||
| Host Terakhir |
| … |
| ||
| Broadcast |
| … |
|
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
http://rockumentaryhans.wordpress.com/2014/04/18/cara-menghitung-ip-address-subnet-mask-dan-net-id/
Langganan:
Postingan (Atom)

