Selasa, 03 Maret 2015

Bonding By Muhamad irfan
Router 

Konfigurasi Dasar Bonding Interface

untuk melakukan bonding interface, ether3 dan ether4  


Di bridge bonding

Point To Point
GEDUNG OFFICE
IP 10.10.20.22
BRIDGE IP DAN WLAN
INTERFACE
SETING  WLAN

 Konfigurasi Dasar Bonding Interface pada MikroTik






memanfaatkan hardware/resource yang ada saat ini sebisa mungkin, gw jadi sering posting tutorial konfigurasi MikroTik nih :D ( system requirement-nya tidak terlalu berat soalnya), salah satu konfigurasi yang baru-baru ini gw coba itu Bonding Interface di MikroTik. Kalau yang pernah ikut sertifikasi CCNA seharusnya pernah denger istilah link aggregation yang fungsinya menggunakan menghubungkan 2 Switch dengan menggunakan 2 port disetiap switchnya untuk saling terhubung sehingga bandwidth antar switch menjadi lebih besar.

Nah, pada MikroTik (berlaku RB dan PC Router ) juga ada fitur seperti itu namanya Bonding Interface, menggabungkan 2 port menjadi 1 port bonding dengan bandwidth yang lebih besar dengan syarat pada MikroTik satu sisinya juga harus di konfigurasi Bonding Interface.

contoh Skema jaringan dari konfigurasi tutorial ini :

       ether1 ================ ether1
MikroTik1              Bonding           MikroTik2
       ether2 ================ ether2

Menghubungkan port tersebut bisa menggunakan kabel UTP Cross dari ether1 MikroTik1 ke ether MikroTik 2 dan ether1 MikroTik2 ke ether2 MikroTik2 atau bisa juga dengan menghubungkan keempat interface ether tersebut ke sebuah switch. sehingga bekerja sebagai backbone penghubung jaringan dengan bandwidth yang besar.

Konfigurasi Dasar Bonding Interface

untuk melakukan bonding interface, ether1 dan ether2 samasekali tidak dan jangan di konfigurasikan ip address, kemudian buatlah interface bonding pada MikroTik1 dan MikroTik2.

admin@MikroTik1 > interface bonding add slaves=ether1,ether2 disabled=no
admin@MikroTik2 > interface bonding add slaves=ether1,ether2 disabled=no

jika sudah dibuat interface bonding, berikan ip address ke interface bonding tersebut.

admin@MikroTik1 > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=bonding1 disabled=no
admin@MikroTik2 > ip address add address=192.168.1.2/24 interface=bonding1 disabled=no

kemudian, konfigurasikan ARP Monitoring di interface bonding kedua MikroTik, fungsi dari ARP Monitoring adalah memonitor status link setiap slave interface jika link ether2 MikroTik1 dan ether2 MikroTik2 terputus, koneksi akan tetap berjalan dengan menggunakan 1 link saja, jika link yang terputus sudah terhubung kembali maka otomatis MikroTik akan menggunakan kedua link tersebut ( seperti fungsi Fail-Over :) )

admin@MikroTik1 > interface bonding set bonding1 arp-ip-targets=192.168.1.2
admin@MikroTik2 > interface bonding set bonding1 arp-ip-targets=192.168.1.1

nah selajutnya kita bisa menambahkan 1 NIC lagi pada MikroTik1 dan MikroTik2 yang bekerja sebagai ether3 dimana ether3 ini dihubungkan dengan switch dan PC client, lalu kita dapat menghubungkan jaringan client ( jika kedua jaringan menggunakan IP Network yang sama ) pada kedua MikroTik dengan menggunakan EoIP tanpa PPTP seperti pada tutorial Konfigurasi EoIP atau kita bisa melakukan static route ( jika kedua jaringan menggunakan IP Network yang berbeda ).

g

Jumat, 27 Februari 2015

Membuat VPN Server di Mikrotik

 
 
 
 
 
 
Rate This

Kata kata ini Harry Copy Langsung Dari Notenya Mbah Wisnu Dibaca aja dech,.,. udah ijin koq buat copy paste, krena yg namanya Wisnu Sanjaya, nga bakalan sempet ngedit atau utak atik Blog,.,. dia sich banyak kerjaan IT yg harus dia tuntasin, Harry aja jarang banget ketemu sama tuch manusia ^_^
“Iseng- iseng saya coba seting vpn tujuan bagaimana agar file saya di skynet pondok labu UPN bisa konek ke jaringan lokal di mana saja yang ada koneksi internet dan saya bisa mengambil data saya dengan mudah
…, agar saya di tempat lain bisa sharing folder atau dimana saja saya ingin remote, maka saya putuskan untuk membangun Virtual Private Network (VPN) di router Mikrotik saya. Ada dua jenis VPN secara umum yaitu “Remote site VPN” dan “Site-to-site VPN”,
.,,,., untuk lebih jelasnya anda bisa baca di : http://mti.ugm.ac.id/~laluirfan/homepage/?p=125 Dalam kasus ini saya memakai Remote site VPN, menurut saya, syarat untuk setup VPN Server adalah : – mempunyai IP public yang static – bandwidth dedicated (1:1 bukan share) – koneksi bukan dial-up sedangkan yang meremote bebas menggunakan koneksi apa saja. speedy, fastnet, indosatm2, apa aja deh
.,., Berikut cara yang saya pakai untuk setup VPN Server di mikrotik: ip lokal skynet upn (192.168.33.xxx) dengan ip lokal jaringan yang meremote di mana saja saya online (usahakan selain 192.168.33.xxx) karena kalau segmennya sama tidak akan bisa konek dan biasanya sering bentrok.
,.,.,setingan saya : Remote Mikrotik menggunakan winbox. – Buka menu IP > Addresses, misalnya ip public mikrotik saya di skynet upn adalah 203.148.xxx.xxx dan ip local skynet upn adalah 192.168.33.1 [Ok biarkan saja]
-Buka menu IP > Pool, tambahkan IP Address misal=”192.168.33.5-192.168.33.10″, Name=”vpn-pool” dan Next Pool=”none”. [OK] (asumsi saya hanya mengizinkan 5 user dari 5 sampai 10 saja yang boleh konek)
– Buka Menu PPP, tab Profiles, tambahkan profile Name=”vpn”, Local Address=”192.168.33.2″, Remote Address=”vpn-pool”, pilih “default” semua untuk Use Compression, VJP Compression, dan Change TCP MSS.kecuali Encryption pilih required [Ok] – Masih di Menu PPP, pada tab Interfaces klik PPTP Server, contreng Enabled, Max MTU dan MRU = “1460”, Keepalive Timeout=”30″, Default Profile=”vpn”, dan contreng semua Authentication. [Ok] – Masih di menu PPP, pada tab Secrets, add secret misal Name=”wisnu”, contreng dan beri Password=”adadeh”, Service=”pptp”, Profile=”vpn”. [Ok] – Buka Menu IP > Firewall, lihat tab NAT,
jika sebelumnya anda sudah menambahkan nat untuk masquerade edit dan kosongkan untuk In dan Out Interfacenya, ini berpengaruh pada koneksi VPN, jika anda mengisi out interfacenya maka anda tidak akan bisa ping dan mengakses jaringan lokal vpn anda. Pastikan untuk Chain=”rscnat” dan Action=”masquerade” itu saja sudah cukup untuk membuka akses semua protokol dan semua port. [Ok] Done Setting untuk Server VPN di Mikrotik sudah selesai, percobaaan di mulai : saya coba di warnet lain dan di rumah sekarang create connection vpn di Windows(XP) untuk remote:
– Buka Control Panel > Network Connections – Klik menu File > New Connection… [Next]
– Pilih Connect to the network at my workplace [Next] – Pilih Virtual Private Network connection [Next]
– Masukkan nama vpn anda misal “ganteng ” [Next] (terserah namain apa aja ga ngaruh) – Public Network, pilih Do not dial the initial connection [Next]
– Masukkan Host name IP Public server vpn saya di UPN “203.148.xxx.xxx” [Next] – Klik Finish.
– masukkan username dan password anda dan enter [Connect] Berhasil connect? Pasti dunk… saya sudah berada dalam jaringan VPN Coba saya cek ping ke 192.168.33.1 berhasil padahal ip local komputer saya di tempat lain bukan itu, lalu test buka sharing data dari data yang ada di billing SKYNET UPN atau masuk ke folder share jaringan saya di UPN dan BERHASIL ”
Entuh kata2 yg Harry Copy ,.,. slamat membaca yach semoga berguna ^_^

Kamis, 26 Februari 2015

Cara Setting Hotspot Server Profile MikroTik

Setiap hotspot mikrotik yang agan buat akan menggunakan salah satu profile hotspot. Hotspot Server Profile disini adalah isi konfigurasi dari hotspot mikrotik agan, karena ada berbagai sistem HotSpot yang berbeda-beda. Profile Ini berguna jika agan mempunyai hotspot pada berbeda interfaces ataupun berbeda jaringan dalam 1 mesin mikrotik.
Sebelum agan lanjut setting hotspot server profiles, pastikan agan sudah mengaktifkan fitur hotspot di mikrotik agan, atau

Hotspot Server Profile digunakan pada contoh kasus :

  • Menggunakan halaman login page mikrotik yang berbeda setiap masing-masing interface.
  • Setting kecepatan download upload hotspot yang berbeda setiap masing-masing interface.
  • Mengaktifkan fitur Trial Hotspot Mikrotik.
  • Menentukan jenis otentifikasi user hotspot.
hotspot profile mikrotik
Terlihat pada gambar agan menggunakan profile hotspot “hsprof1″ untuk hotspot agan, trus setting profile itu dimana gan? klik tab “Server Profiles” di situ list profile yang agan buat. Contoh di case ini klik 2x pada “hsprof1″
Dibagian Hotspot Server Profile ini menentukan beberapa setting untuk :
Tab “General”
  • HTML Directory : Disini agan bisa setting login page mana yang akan gunakan untuk hotspot agan.
  • Rate Limit (rx/tx) : Disini agan bisa tentukan kecepatan download upload yang didapat setiap customer agan.
  • HTTP Proxy : Jika agan ingin setting transparan proxy setiap customer ke IP proxy internal agan.
  • HTTP Proxy Port : Port yang digunakan IP proxy internet agan.
  • SMTP Server : Jika agan ingin customer hanya menggunakan SMTP server internal agan.
Tab “Login”
  • Login By : Disini agan bisa setting jenis otentifikasi customer login ke hotspot agan.HTTP Cookie Lifetime : Tentukan waktu cookies yg tersimpan di komputer customer agan, jika agan menggunakan otentifikasi by cookie.
    • MAC : Centang jika agan menginginkan customer login berdasarkan Mac Address, user hotspot login tanpa meminta username password. Pastikan sebelumnya MAC-address user ditambahkan ke/ ip hotspot user. 
    • HTTP Chap : otentifikasi staganr pada HTTP web browser
    • Cookie : Ketika user meng otentikasi di HotSpot untuk pertama kalinya. Pengguna tidak diminta untuk login / password dan di konfirmasi secara otomatis sampai Cookie Lifetime masih aktif.
    • Trial : Jika agan ingin mengaktifkan fungsi trial di hotspot mikrotik agan. Jadi customer bisa mencoba dulu koneksi internet hotspot agan sebelum membeli voucher. Waktu trial bisa di setting oleh agan.
  • Trial Uptime Limit : Tentukan waktu yang diberikan ke trial user agan untuk mencoba koneksi hotspot mikrotik agan.
  • Trial Uptime Reset : Tentukan waktu reset trial user, ini maksudnya jika trial user agan sudah memakai semua waktu yang digunakan untuk trial, trial user itu harus menunggu misalnya “1d 00:00:00″ atau 24 jam dengan mac address yg sama untuk bisa kembali login menggunakan fungsi Trial hotspot mikrotik agan.
  • Trial User Profile : User profile yang digunakan untuk user trial.
Tab “RADIUS”
  • Use RADIUS : centang jika agan menggunakan otentifikasi / login dengan Radius Manager, sebelumnya pastikan agan sudah menambahkan server radius manager di menu Winbox “Radius”
Klik OK setelah semua setting profile hotspot sudah sesuai dengan kebutuhan agan.

Rabu, 25 Februari 2015

Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

1. Tentukan interface yang akan dibuatkan hotspot. Karena kita akan membuat hotspot via wifi maka pilih interface wlan. Disini saya asumsikan menggunakan wlan1. Aktifkan wlan1 dan gunakan mode AP Bridge, isikan SSID dengan nama hotspot anda.



2. Beri IP address interface wlan1, misalnya 192.168.100.1/24
[admin@MikroTik] > ip address add address= 192.168.100.1/24 interface=wlan1

Atau bisa melalui winbox, masuk ke menu IP --> Address


3. Sekarang kita mulai membuat Hotspot untuk wlan1. Untuk lebih mudah nya kita menggunakan wizard Hotspot Setup. Masuk ke menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup



4. Pilih Hotspot Interface : wlan1 --> klik Next

5. Selanjutnya mengisikan IP address dari wlan1 dan centang Masquerade Network. klik Next


6. Menentukan range IP address yang akan diberikan ke user (DHCP Server), misal : 192.168.100.10-192.168.100.254. Jadi user akan diberikan IP secara otomatis oleh DHCP Server antara range IP tersebut.


7. Memilih SSL certificate. Pilih none saja, klik Next.


8. IP Address untuk SMTP Server kosongkan saja. Klik Next.



9. Memasukkan alamat DNS Server. Isikan saja dengan DNS Server nya Google : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Klik Next.



10. Memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisi nantinya akan menggantikan alamat IP dari wlan1 sebagai url halaman login. Jika tidak diisi maka url halaman login akan mengguakan IP address dari wlan1. Kosongkan saja, klik next.


11. Hotspot sudah berhasil dibuat. Silakan anda coba koneksikan laptop anda ke wifi hotspot anda.



12. Buka browser dan akses web sembarang, misalnya mikrotikindo.blogspot.com maka anda akan dialihkan ke halaman login hotspot mikrotik.

13. Silakan coba login dengan username : admin dan password : kosong. 
14. Jika berhasil login berarti Hotspot sudah beres.
15. Untuk mengedit dan menambahkan user silakan masuk ke menu IP --> Hotspot --> klik tab Users

cari  mikrotikindo
Remote Desktop Protocol

1. Modem speedy bridge mode
2. Mikrotik pppoe


Remote Komputer Dengan Menggunakan Android

http://h0w2.blogspot.comMaksud judul di atas adalah bagaimana meremote komputer Windows menggunakan perangkat Android.

Untuk meremote komputer yang paling mudah adalah dengan menggunakan Remote Desktop atau biasa disingkat RDP (Remote Desktop Protocol), karena tampilannya menggunakan GUI (Graphical User Interface), seolah-olah kita berada di depan komputer yang sedang diremote.

Remote desktop tidak hanya dapat dilakukan sesama Windows, tapi juga bisa dilakukan lintas OS.
Seperti pada postingan kali ini bagaimana meremote komputer yang menggunakan Windows supaya dapat diremote menggunakan perangkat android.

Syarat agar bisa melakukan remote desktop ke komputer Windows dengan menggunakan perangkat Android adalah :

• Komputer yang akan diremote dan perangkat yang akan meremote  harus terhubung dalam satu network yang sama, misalnya keduanya terhubung dalam suatu Wifi/hotspot yang sama.
• Syarat kedua, akses remote desktop di komputer harus diaktifkan
• Ketiga, perangkat android yang akan meremote harus diinstalkan Aplikasi Remote Desktop.
• Username harus memiliki password (pada komputer Windows kita bisa mensetting supaya tidak perlu password ketika login. Dalam remote desktop, usernya wajib memiliki password).
• Di komputer Windowsnya kalau Windows Firewall dijalankan maka harus diberi exception
 untuk Remote Desktop

Sekarang mari kita lakukan langkahnya secara bertahap:

• Untuk mengaktifkan akses remote desktop di Windows yaitu dengan cara : klik kanan pada Computer, pilih properties, (pada contoh ini saya memakai Windows 8, untuk Windows lain : Windows 7, Windows XP, atau Windows server, sama saja hanya berbeda pada letak menunya).

 • Pilih Remote Setting



• Pada Tab Remote, pilih Allow remote connection to this computer, klik Apply, klik Ok, 
klik Selet User jika anda ingin menambahkan user tertentu, kalau accountnya sebagai member administrator, tidak perlu dimasukkan, karena account administrator sudah otomatis punya hak untuk meremote ketika option remote desktop ini diaktifkan. 


• Klik Apply, klik OK.


Di atas tadi adalah setting di komputer Windowsnya supaya dapat diremote.

Kemudian kita sekarang setting diperangkat Androidnya :

• Jalankan Android dan masuk ke Play Store, (tentunya harus terkoneksi ke Internet untuk download Aplikasi Remote Desktop), lakukan pencarian dengan kata kunci: windows remote maka akan muncul beberapa hasil pencarian, kemudian yang harus dipilh adalah Microsoft Remote Desktop.



• Pilih Microsoft Remote Desktop, kemudian instalkan.


• Setelah terinstal kemudian jalankan aplikasinya, 
• Sebelum dapat digunakan untuk meremote, kita harus setting untuk koneksi terlebih dahulu 
• Klik pada icon +


• Beri nama untuk koneksinya, bebas terserah anda, pada contoh saya beri My Computer 1
• Tulis  alamat IP komputer yang akan diremote. (cara mengetahui ip komputer bisa dilihat pada postingan terdahulu)
• Masukkan nama domain dan usernya serta password. Kalau komputer tidak join ke domain maka nama domain diisi oleh nama komputer (untuk mengetahui nama komputer: klik kanan pada Computer, kemudian klik properties, lihat pada full computer name )
• Klik Done apabila setting telah selesai.