Kamis, 09 Juni 2016

PENGERTIAN KABEL JARINGAN UTP & KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

Artikel Teknodaily.com kali ini berisi ulasan lengkap mengenai Pengertian Kabel Jaringan UTP & Kelebihan dan Kekurangannya. Ini merupakan artikel khusus yang ditujukan sebagai pelengkap dari ulasan sebelumnya yang mengangkat topik tentang [Pengertian Kabel Twisted Pair dan Berbagai Tipe atau Jenisnya].
Disini, penjelasan lengkap mengenai pengertian kabel jaringan UTP akan dikupas tuntas, termasuk diantaranya juga dijabarkan bagaimana karakteristik dari kabel UTP sendiri, serta fungsi dan tipe kabel UTP yang kerap digunakan dalam jaringan komputer pada umumnya.
Sebagai pelengkap, juga dijelaskan apa saja sih kelebihan dan kekurangan kabel jaringan UTP ? Pasalnya komponen penting yang masuk dalam jajaran macam-macam perangkat keras jaringan komputer satu ini memang sangat populer, terutama di kalangan pengguna jaringan LAN (Local Area Network).

PENGERTIAN KABEL JARINGAN UTP

Gambar-Pengertian-Kabel-UTP
Istilah UTP merupakan singkatan dari ‘Unshielded Twisted Pair‘, yang merujuk sebagai bagian dari berbagai jenis kabel jaringan Twisted Pair yang terdiri dari beberapa tipe yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair), FTP (Foiled Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair).
Jika diartikan secara harfiah, pengertian kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dapat diurai sebagai berikut :
  • Unshielded = tidak memiliki pelindung berupa lapisan alumunium foil sehingga rentan terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
  • Twisted Pair = kabel pasangan berpilin atau berbelit.
Dari dua istilah di atas, jika digabung maka pengertian kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dapat didefinisikan sebagai berikut :
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah kabel pasangan berpilin atau berbelit yang tidak memiliki pelindung berupa lapisan alumunium foil sehingga rentan terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Sementara jika diartikan menurut fungsinya sebagai salah satu komponen wajib dalamperangkat keras jaringan komputer, pengertian kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yaitu :
Kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.

KARAKTERISTIK KABEL JARINGAN UTP

Karakteristik kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni bagian dalamnya terdiri dari 2 kawat tembaga yang dibagi menjadi 8 dawai lalu dikelompokkan lagi menjadi 4 pasang (pair). Tiap-tiap dawai atau pair-nya tersebut dipilin (twisted) saling berlilitan sehingga membentuk sebuah pola berbentuk spiral, serta dilapisi oleh insulator yang dirancang dengan beraneka ragam warna.
Gambar-Karakteristik-Kabel-UTP
Struktur Komponen Dasar Kabel UTP
Untuk lebih jelasnya, karakteristik kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar sederhana di atas. Dari gambar tersebut dapat dilihat jika kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) terdiri dari :
  • Kawat Tembaga
    Kawat tembaga yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
  • Insulator
    Tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh insulator yang memiliki warna berbeda, dimana fungsi lapisan yang satu ini adalah untuk melindungi kawat tembaga agar tidak bersentuhan langsung dengan kawat tembaga lainnya saat dipilin.
  • Cable Jacket
    Di bagian paling luar, terdapat cable jacket yang berfungsi sebagai pelindung kabel UTP itu sendiri terhadap gangguan dari luar.
Selain tiga komponen di atas, karakteristik kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Bagian dalam kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) terdiri dari dua kawat tembaga yang dibagi menjadi 4 pasang (pair), lalu dipilin menjadi satu.
  • Tiap-tiap pair atau dawai kawat tembaga dilapisi insulator yang memiliki warna-warna unik.
  • Kecepatan dan keluaran transmisi mencapai 10 – 100 Mbps.
  • Panjang Kabel maksimal yang diizinkan yaitu 100 meter (pendek).
  • Biaya rata-rata per node murah.
  • Tegangan Kabel 150 ohm.
  • Kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) hanya bisa menangani satu kanal data (yang bekerja pada baseband).
  • Instalasi jaringan komputer menggunakan kabel Twisted Pair membutuhkan sebuah hub untuk membangun sebuah LAN yang baik.
  • Media dan ukuran konektor kecil.
  • Konektor kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) menggunakan konektor RJ-45 untuk koneksinya.
  • Pemeliharaan kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) terkenal mudah.
  • Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.

FUNGSI KABEL JARINGAN UTP (Unshielded Twisted Pair)

Fungsi-Kabel-Jaringan-UTP
Dilihat dari pengertian dan karakteristiknya, sudah jelas kalau fungsi kabel UTP yang utama adalah sebagai media penghubung untuk menghantarkan data digital dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Sementara jika dikaitkan dengan perannya sebagai perangkat keras jaringan komputer,fungsi kabel jaringan UTP adalah sebagai media pendukung demi terciptanya sebuah jaringan LAN (Local Area Network) yang baik dan sempurna, dimana kabel jaringan UTP adalah komponen penting yang menghubungkan komputer ke bebeberapa perangkat jaringan seperti Hub atau Switch agar membentuk sebuah koneksi atau hubungan.
Fungsi kabel jaringan UTP telah dirasakan oleh banyak orang karena pengaplikasiannya memang sangat baik untuk digunakan sebagai kabel jaringan komputer. Beberapa tempat yang sudah memanfaatkan fungsi kabel jaringan UTP diantaranya yaitu perumahan, perkantoran dan beberapa perusahaan kecil.

TIPE KABEL JARINGAN UTP

Urutan-Warna-Kabel-UTP-Tipe-Straight-dan-Crossover
Urutan Warna Kabel UTP Tipe Straight dan Crossover
Dalam pengaplikasiannya ke sebuah jaringan, instalasi kabel UTP biasanya harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu dimana tipe kabel UTP yang umum saat ini terdiri dari 2 jenis yaitu Straight-Through dan Crossover. Berikut penjelasan singkatnya beserta apa saja perbedaan antara kabel Straight-Throught dan kabel Crossover :

Kabel Straight-Through

Pada tipe kabel UTP yang satu ini, ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA, misalnya : model 568A ke model 568A dan model 568B ke model 568B.
Adapun fungsi kabel Straight-Through yaitu :
  • Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
  • Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL
  • Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
  • Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
  • Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa.
Pada kabel Straight-Through, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya. Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel Straight-Through ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada Switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.
Urutan kabel Straight-Through terdiri dari 2 macam yaitu :
1. Kabel Straight-Through Model 568A
Urutan pemasangan kabel UTP untuk model yang satu ini umumnya mengikuti aturan standar international dari Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) sebagai berikut (Diurutkan mulai dari Pin 1 hingga Pin 8) :
Urutan ke 1 : Putih Hijau
Urutan ke 2 : Hijau
Urutan ke 3 : Putih Orange
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Orange
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat
2. Kabel Straight-Through Model 568B
Urutan pemasangan kabel UTP untuk model yang satu ini juga mengikuti aturan standar international dari Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) sebagai berikut (Diurutkan mulai dari Pin 1 hingga Pin 8) :
Urutan ke 1 : Putih Orange
Urutan ke 2 : Orange
Urutan ke 3 : Putih Hijau
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Hijau
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat

Kabel Crossover

Pada tipe kabel UTP yang satu ini, ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA untuk model 568A, sementara ujungnya yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA untuk model 568B. Dengan begitu maka bisa disimpulkan bahwa urutan kabel Crossover adalah gabungan dari kedua macam kabel Straight-Through yang terdiri dari model 568A dan 568B.
Pada kabel Crossover, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.
Adapun fungsi kabel Crossover yaitu :
  • Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung.
  • Menghubungkan 2 buah HUB / Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB / Switch.
  • Menghubungkan komputer ke port uplink Switch.
  • Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch.

KELEBIHAN & KEKURANGAN KABEL JARINGAN UTP

Gambar-Kelebihan-dan-Kekurangan-Kabel-UTP
Jika dibandingkan dengan beberapa kabel jaringan komputer lainnya seperti kabel Coaxialataupun Fiber Optic, tentunya kabel jaringan UTP memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari kabel jaringan UTP, berikut ini kami jabarkan beberapa diantaranya :

Kelebihan Kabel Jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) :

  • Harga kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) terbilang murah dibandingkankabel jaringan lainnya.
  • Instalasi atau pemasangan kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) terbilang mudah.
  • Pemeliharaan kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) terkenal mudah.
  • Ukuran konektor dan kabel jaringan UTP relatif kecil (diameter = 0,43 cm) sehingga terbilang fleksibel dan mempermudah dalam membuat saluran kabel.
  • Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.

Kekurangan Kabel Jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) :

  • Kabel jaringan UTP rentan terhadap efek interferensi elektromagnetic yang berasal dari media atau perangkat lain.
  • Jarak jangkauan kabel jaringan UTP hanya 100 meter sehingga sangat terbatas dan kalah jika dibandingkan dengan kabel jaringan jenis Coaxial (500 meter).
  • Adanya kemungkinan dapat dengan mudah disadap.
  • Beberapa kalangan banyak yang mengeluhkan transmisi data dari kabel jaringan UTP cenderung lambat.
  • Diperlukan perangkat tambahan berupa pipa plastik atau pipa alumunium dalam instalasinya demi memaksimalkan fungsi kabel jaringan UTP.
Demikianlah Pengertian Kabel Jaringan UTP & Kelebihan dan Kekurangannya, dalam artikel selanjutnya kami juga menjelaskan tentang saudara kabel UTP yang juga masuk dalam kategori kabel Twisted Pair yakni kabel STP (Shielded Twisted Pair). Bisa dibaca melalui 
http://teknodaily.com/pengertian-kabel-jaringan-utp-kelebihan-dan-kekurangannya/

Crosstalk dan Impulse Noise

PENDAHULUAN

Pada saat transmisi, maka sinyal yang diterima oleh receiver selalu berisi sinyal yang dikirim oleh transmitter , perubahan akibat rugi-rugi dan distorsi pada saluran transmisi, plus sinyal liar (noise ) yang masuk pada rangkaian elektronik antara transmitter dan receiver, noise dapat dibedakan dalam 4 katagori :
  1. Thermal-noise
  2.  Intermodulation-noise
  3.  Crosstalk
  4. Impulse-noise
Thermal-noise
Thermal-noise terjadi karena pengaruh pergerakan elektron dalam rangkaian, noise ini selalu muncul pada setiap peralatan elektronik dan saluran transmisi yang dapat diformulasikan sebagai :
Dimana : N = Kerapatan daya noise (Watt/Hz) k = Konstanta Boltzman’s (1,3803.10-23 J/Ko) T = Temperatur (derajat Kelvin) W = Bandwidth (Hz)
Dalam decibel-watts menjadi :
Intermodulation-noise
Intermodulation-noise timbul karena antara sistem pada transmitter dan receiver yang tidak linear, misalnya akibat perbedaan konstanata waktu, kekuatan sinyal yang cukup ekstrim, kerusakan komponen, dll. Keadaan ini menyebabkan sinyal akan saling mengurangi atau menjumlah.
Crostalk
Crostalk diakibatkan oleh saluran yang saling berdekatan menyebabkan gelombang elektromagnetik yang saling berhubungan dan tercampur. Biasanya terjadi pada kabel UTP, kabel coaxial yang melewatkan banyak sinyal, atau pada antena sistem transmisi microwave.
Noise
Noise ini biasanya memiliki magnitudo yang sama dengan thermal-noise. Impulse-noise dapat diakibatkan oleh berbagai sebab tetapi umunya karena adanya gangguan peralatan elektromagnetik eksternal seperti pensaklaran, mesin listrik, lampu pijar, dll.
Impulse-noise
Impulse-noise umumnya tidak mengganggu pada sinyal analog, misalnya transmisi suara yang terganggu adanya bunyi liar tetapi masih dapat didengar. Noise ini dapat menyebabkan error pada transmisi digital, contohnya bila ada noise impulse sebesar 0.01 detik yang mengganggu transmisi data 4800 bps, maka akan menyapu data sebanyak 50 bit.
CROSSTALK AND IMPULSE NOSIE
CROSSTALK

Pengertian Crosstalk dan Macam-macam crosstalk
Crosstalk dapat diartikan sebagai pembicaraan silang. Crosstalk atau pembicaraan silang adalah suatu sambungan (coupling) yang tidak diinginkan yang terjadi pada saluran transmisi.
Crosstalk yang terjadi dalam rangkaian komunikasi yang bergerak ke arah yang sama dan dianggap sebagai sinyal dalam rangkaian tersebut. Ada 3 (tiga) hal penting yang menyebabkan timbulnya crosstalk. Hal tersebut adalah :
1.   Electrical coupling diantara media transmisi, misalnya antara pasangan-pasangan
kawat pada sistem komunikasi yang menggunakan kabel sebagai media transmisinya.
2.   Pengendalian yang kurang baik dari frekuensi respons misalnya desain filter yang
kurang baik.
  1. Unintelligible crosstalk Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya. Penyebab crosstalk antara lain:
  •  Gandengan elektris antar media
  • Pengendalian respon frekuensi yang buruk
  • Ketidaklinieran mux analog
Dalam elektronika, istilah crosstalk mempunyai maksud atau pengertian sebagai berikut:
•     Adalah suatu kapasitansi, induktansi, atau kopling konduktif yang tidak diinginkan
dalam satu saluran.
•     Peristiwa atau fenomena bahwa suatu sinyal transmisi pada sebuah saluran dalam suatusystem transmisi menimbulkan efek yang tidak diinginkan dengan saluran yang lain.
•     Di dalam suatu proses perekaman, istilah crosstalk dapat mengacu pada kebocoran
bunyi atau suara dari satu instrument ke dalam suatu mikropon yang ditempatkan di depan penyanyi atau alat musik lain.
NEAR END CROSSTALK (NEXT)
Sinyal crosstalk diantara sepasang media transmisi yang sejajar pada umumnya didominasi oleh terjadinya noise terutama banyak terjadi di sisi transmiter (near end), dimana sinyal yang dikirimkan mempunyai amplitude dan frekuensi yang maksimal. Sinyal yang dikirimkan kemudian akan kehilangan komponen amplitude dan frekuensi tinggi yang merambat sepanjang saluran transmisi. Near-End Crosstalk (NEXT) disebabkan adanya semacam kopling magnetik yang terjadi diantara 2 ujung media transmisi yang berdekatan pada ujung transmitter (Tx). NEXT dapat digambarkan sebagai suatu signal kopling yang tidak diinginkan dari sepasang saluran transmuisi yang sejajar. Jenis crosstalk ini didominasi oleh coupling capasitive, yang mengirimkan frekuensi tinggi secara langsung ke sisi dekat pada receiver (Rx).
FAR END CROSSTALK (FEXT)
Far-End Crostalk (FEXT) merupakan kopling magnetik yang terjadi di ujung sebelah receiver (Rx). FEXT dapat digambarkan sebagai signal yang tidak diinginkan dari sepasang saluran transmisi yang sejajar dan berdekatan di akhir atau yang berada di sisi jauh saluran transmisi tersebut.
Secara umum nilai dari FEXT tidak sebesar nilai dari NEXT namun bagaimanapun juga FEXT harus tetap diperhatikan. FEXT didominasi oleh adanya coupling inductive yang mentransfer frequensi sinyal yang lebih rendah ke sisi ujung sebelah receiver (Rx). Perhitungan nilai FEXT dilakukan dengan membandingkan sinyal level tegangan di titik akhir (Rx) pengiriman pada media transmisi dengan Rx pada media transmisi yang lainnya. Hasil dari penelitian di atas menunjukkan akan adanya pengaruh crosstalk berupa FEXT dan NEXT pada sepasang kabel saluran transmisi
https://isnaeni2011.wordpress.com/2011/07/09/crosstalk-dan-impulse-noise/

Pengertian dan Fungsi Kabel UTP

pengertian kabel utp
Unshielded Twisted Pair atau UTP adalah kabel sebagai media transmisi dalam jaringan Local Area Network atau LAN. Kabel UTP termasuk kabel yang tidak memiliki pelindung dan memiliki rangkaian kabel yang saling terpilin satu dengan lain. Keberadaan kabel UTP membuat antar jaringan komputer dapat terhubung melalui LAN.  Secara umum, kabel UTP terdiri dari delapan bagian, Empat buah kabel UTP terpilin menjadi satu dan sepasang kabel UTP lainnya dihubungkan untuk menerima dan mengirim antar jaringan komputer.
Kabel UTP sendiri telah memiliki spesifikasi khusus yaitu, EIA/TIA 568 untuk kabel UTP standar. Kabel UTP memiliki aturan pula dalam penyusunannya berdasarkan tipe yang ada. Sehingga kabel UTP pada akhirnya dapat difungsikan sebagai kabel dalam jaringan LAN.
Untuk tipe kabel UTP Straight Through Cable, aturan penyusunannya adalah ujung satu dengan ujung lain harus menggunakan spesifikasi yang sama. Tipe kabel UTP Straight Through Cable biasa digunakan untuk menghubungkan antara switch dan router, PC dan HUB, PC dan switch. Ada pula tipe kabel UTP Cross Over Cable, aturan penyusunannya adalah ujung yang satu dengan ujung lain harus menggunakan spesifikasi yang berbeda. Tipe kabel UTP Cross Over Cable biasa digunakan untuk menghubungkan antara router dan router, PC dan PC, HUB dan HUB, switch dan switch. Kemudian juga terdapat tipe kabel UTP Roll Over Cable, aturan penyusunannya adalah harus terhubung DB-9 Adapter dengan PC atau DB-25 Adapter dengan PC. Biasanya untuk kabel UTP tipe Roll Over Cable adalah pemasangan modem dengan console switch manageable atau dapat pula dengan console cisco router. Dari ketiga tipe tersebut, maka kabel UTP akan dapat menjalankan fungsinya sebagai berikut berdasarkan kategori dari kabel UTP.
 Baca disini untuk harga kabel utp

1. Kabel UTP Sebagai Komunikasi Analog (Cat.1)

Keberadaan kabel UTP berdasarkan kategori 1 memiliki fungsi sebagai komunikasi analog. Komunikasi akan terhubung dengan kualitas kecepatan transfer yang terbilang paling rendah di antara kategori kabel UTP yang lain.

2. Kabel UTP Sebagai Komunikasi Suara Digital Serta Data (Cat.2)

Kabel UTP berdasarkan kategori 2 memiliki fungsi sebagai komunikasi suara digital serta penghubung transfer data.

3. Kabel UTP Sebagai Protocol (Cat.3)

Kabel UTP berdasarkan kategori 3 memiliki fungsi sebagai protocol. Asalkan terhubung dengan konfigurasi empat pasang dari kawat yang terpilin dan terlindung insulasi.

4.Kabel UTP Sebagai Pendukung Jaringan Internet (Cat.4)

Kabel UTP berdasarkan kategori 4 memiliki fungsi sebagai pendukung dari jaringan internet. Hubungan suara serta data pada kategori 4 terbilang lebih cepat sehingga lebih memungkinkan menjalankan fungsi pada jaringan internet.

5. Kabel UTP Sebagai Media Transmisi LAN (Cat.5e)

Kabel UTP berdasarkan kategori 5 memiliki fungsi sebagai kabel media transmisi LAN. Tanpa kabel UTP, jaringan LAN pada komputer tidak mampu terhubung dengan optimal. Kabel UTP membantu komputer untuk menyalurkan data dengan lebih mudah.

6. Kabel UTP Sebagai Kabel Jangka Panjang (Cat.6)

Kabel UTP berdasarkan kategori 6 memiliki fungsi sebagai kabel jangka panjang, beberapa produsen memberikan garansi bahwa kabel UTP Cat 6 bisa bertahan 15-20 tahun, lebih cepat dalam transfer suara maupun data dan dapat menjalankan fungsi yang tidak sebentar.

7. Kabel UTP Sebagai Kabel Transfer Tercepat (Cat.7)

Kabel UTP berdasarkan kategori 7 (beberapa produsen menyebut Cat.6e) memiliki fungsi sebagai kabel yang mampu melakukan transfer tercepat. Jelas karena kabel UTP kategori 7 memiliki kecepatan transfer sebesar 1.000 Mbps dan memiliki frekuensi sebesar 400 MHz.
Dalam sebuah perusahaan atau perkantoran yang memang memerlukan keberadaan komputer dalam jumlah banyak, kabel UTP sangat berguna. Kabel UTP sebagai kabel penghubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lain memang terbilang efisien. Ketika sebuah perusahaan atau perkantoran memerlukan data dari beberapa komputer, maka kabel UTP akan mempermudah pekerjaan melalui hubungan media transmisi LAN. Beberapa perusahaan atau perkantoran juga lebih memilih menggunakan kabel UTP karena fungsinya yang efektif dan efisien sebagai penyalur dan penerima data, terlebih kabel UTP dibandrol dengan biaya yang ekonomis sehingga lebih dipilih untuk kabel penghubung LAN.
Ada tujuh kategori yang dimiliki oleh kabel UTP. Setiap kategori telah dijelaskan memiliki fungsi yang berbeda. Perbedaan tersebut berdasarkan dari kecepatan transfer. Kecepatan transfer yang berbeda dalam melakukan transmisi data. Untuk kategori kabel UTP satu (Cat.1) terbilang sebagai kategori yang memiliki kecepatan transfer terendah. Semakin tinggi kategorinya, maka kecepatan transfer akan semakin bertambah cepat.
http://www.helenturvey.com/pengertian-dan-fungsi-kabel-utp/

Teknologi Kabel Modem

Home
Halaman Muka
 Sajian Khusus

DEFINISI
Kabel modem adalah alat yang memberikan akses berkecepatan tinggi ke internet melalui jaringan kabel televisi. Sama halnya dengan respon dari modem analog tradisional, kabel modem memiliki keunggulan mempunyai kekuatan yang lebih, mampu mengirimkan data lebih cepat kira-kira 500 kali.
TINJAUAN LUAS
Makalah ini menerangkan kemampuan mengakses berkecepatan tinggi dari tehnologi kabel modem secara jelas, dengan menitikberatkan dari jenis operasi, arsitektur jaringan, teknologi alternatif, dan keamanan.
TOPIK 
  1. CARA KERJA KABEL MODEM

  2. Akses arus internet melalui modem 28.8-, 33.6-, atau 56-kbps dikenal sebagai tehnologi modem "voiceband". Seperti modem voiceband, kabel modem modulasi dan demodulasi data signal. Akan tetapi, kabel modem gabungan lebih fungsional untuk jasa internet dengan kecepatan tinggi. Pada jaringan kabel, data dari jaringan ke pengguna adalah sebagai "downstream", dimana data pengguna ke jaringan adalah sebagai "upstream". Dari pandangan pengguna, kabel modem adalah 64/256 QAM FM penerima mampu mengirimkan data lebih dari 30 s/d 40 Mbps dalam satu kabel 6 MHz. Hal ini lebih cepat 500 kali dari dari modem 56 Kbps. Data dari penguna ke jaringan dikirim secara fleksibel dan terprogram diawasi dari "headend". Modulasi data menggunakan pemancar QPSK/16 QAM dengan tingkatan data dari 320 Kbps – 10 Mbps. Tingkatan data upstream dan downstream mungkin dapat dikonfigurasikan secara fleksibel dengan menggunakan kabel modem. 
    Para pelanggan dapat melanjutkan ke penerima televisi kabel ketika penerima data pada kabel modem diantar ke personal komputer (PC) dengan bantuan "simple one-to-two splitter". Service data yang ditawarkan oleh kabel modem mungkin dapat dibagi lebih dari 16 pengguna pada konfigurasi jaringan wilayah lokal (LAN). 
    Gambar 1. Kabel modem pada lokasi pelanggan
    Karena beberapa jaringan kabel sangat baik untuk jasa siaran televisi lokal, kabel modem mungkin menggunakan jalur telepon standar atau QPSK/16QAM modem menawarkan sistem kabel dua arah untuk mentransmisikan data upstream dari lokasi pengguna ke jaringan. Ketika jalur telepon menggunakan gabungan dengan jaringan siaran satu arah, sistem kabel data digunakan seperti sistem telephony return interface (TRI). Dalam jenis ini, satelit atau jaringan televisi tanpa kabel dapat juga digunakan sebagai jaringan data. 
    Pada ujung-ujung kabel, data dari pengguna disaring oleh demodulasi upstream (atau telephone-return system, sebagai layaknya) untuk diproses lebih lanjut oleh sistem akhir kabel modem (CMTS-Cable Modem Termination System). CMTS adalah switching sistem, biasanya didesain untuk rute data dari sebagian besar pengguna kabel modem melalui jaringan multiplexed interface. CMTS menerima data dari internet dan provider untuk rute data pada pengguna kabel modem. Data dari jaringan ke grup pengguna dikirim ke modulasi 64/256 QAM. Hasilnya adalah para pengguna modulasi data lebih dari 6 MHz perchannel, yang mana pengalokasian spektrum untuk channel televisi kabel seperti untuk siaran ABC, NBC atau TBS ke semua pengguna
     
    Gambar 2. Sistem terakhir kabel modem & Transmisi kabel headend
    Kombinasi ujung-ujung kabel antara kanal data downstream dengan video, pay per-view, audio, dan program pemasangan iklan lokal yang akan diterima oleh televisi. Lalu kombinasi sinyal akan ditransmisikan jaringan distribusi kabel. Di tempat pengguna, sinyal televisi diterima oleh "set-stop-box", sementara data pengguna diterima secara terpisah oleh kotak kabel modem dan dikirimkan ke PC.
    CMTS adalah elemen baru yang sangat penting untuk mendukung penggabungan service data komunikasi upstream dan downstream melalui jaringan kabel data. Jumlah channel upstream dan downstream yang ada pada CMTS dapat diklasifikasikan berdasarkan wilayah service, jumlah dari konsumen, tingkatan data yang ditawarkan pada masing-masing pengguna dan spektrum yang berbeda.
    Elemen penting lainnya dalam pengoperasian dan managemen day-to-day dari sistem kabel data adalah "Element Management System" (EMS). EMS adalah sistem pengoperasian yang didesain secara khusus untuk menyusun dan mengendalikan CMTS serta menggabungkan pelangganan kabel modem. Tugas pengoperasian termasuk persyaratan, administrasi day-to-day, monitoring, alarm, dan mengetes dari bermacam-macam komponen dari CMTS. Dari pusat network operations center (NOC), sebuah EMS dapat mendukung beberapa sistem CMTS dalam satu bagian wilayah geografis.
    Gambar 3. Operasi dan Management dari Sistem Kabel Data
  3. KEISTIMEWAAN DARI SISTEM DATA KABEL

  4. Selain modulasi dan demodulasi, kabel modem Inc. memiliki beberapa kegunaan yaitu diantaranya untuk memperluas jaringan siaran komunikasi ke "Wide-Area Network" (WANs). Lapisan jaringan dipilih sebagai Internet Protokol (IP) untuk mendukung internet dan service lebar jaringan dunia. Hubungan (link) lapisan data dibagi menjadi 3 bagian : logical link control, link security, dan Media Akses Control (MAC) sangat baik untuk sistem operasional kabel. Sistem arus pada kabel modem menggunakan bentuk format internet untuk transmisi data upstream dan downstream saluran data. Masing-masing saluran data upstream dan penggabungan data upstream pada jaringan kabel untuk memperluas jaringan internet WAN. Jumlah penambahan operasional kabel dapat memperbanyak saluran data upstream dan downstream untuk mendukung permintaan bandwidth pada jaringan kabel data. Dari keterangan diatas, pertumbuhan jaringan kabel data yang baru dapat diterapkan dalam metode yang sama dalam pertumbuhan internet LANs yang mana adalah lingkungan yang berbadan hukum.
    Link keamanan yang diperbolehkan dibagi menjadi 3 bagian : Baseline privacy interface (BPI), security system interface (SSI), dan removable security module interface (RSMI). BPI menyediakan kabel modem dimana kerahasiaan data yang melintasi jaringan kabel oleh lalulintas data diantara pengguna kabel modem dan CMTS. Pengoperasiannya dilakukan oleh EMS yang memperbolehkan CMTS untuk memetakan identitas kabel modem untuk membayar pelanggan dan memperbolehkan akses pelanggan untuk masuk kedalam jasa jaringan data. Kerahasiaan dan syarat keamanan melindungi pengguna data seperti halnya mencegah pencurian jasa kabel data.
    Diskusi awal didalam Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) setuju untuk menawarkan kegunaan asynchronous transfer mode (ATM) melalui jaringan kabel data untuk memberikan berbagai fasilitas termasuk telepon, data dan video, dimana kesemuanya itu didukung oleh kabel modem. Meskipun standar arus kabel modem Inc. internet menggunakan kabel modem, perluasannya adalah penyediaan dalam standarisasi untuk mendukung ATM atau protokol unit data lainnya. IP-telephony didukung melalui jaringan kabel data dimana diharapkan menjadi nilai jasa yang baru dalam beberapa tahun kedepan.
  5. ARSITEKTUR JARINGAN KABEL DATA

  6. Arsitektur jaringan kabel data sama dengan office LAN. CMTS menyediakan perluasan jaringan internet melalui WAN dengan jangkauan lebih dari 100 mil. Jaringan kabel data mungkin dapat dikendalikan secara lengkap oleh operasi kabel lokal. Alternatif lainnya, semua operasi mungkin dapat dilakukan bersamaan pada pusat regional data untuk mendapatkan skala yang lebih ekonomis. Pembagian geografi atau daerah metropolitan mungkin memiliki sebagian kecil lokasi televisi kabel yang mana dihubungkan secara bersamaan oleh fiber link. Operasi day-to-day dan manajemen jaringan kabel data mungkin dapat disatukan pada lokasi tunggal, seperti "super hub", sementara lokasi ujung lainnya dapat lebih mudah diatur seperti poros dasar (lihat gambar 4).
    Ganbar 4. Distribusi "Hub" Dasar
    Hubungan distribusi dasar adalah dengan meminimalkan konfigurasi jaringan data yang lebih banyak digunakan dibandingkan ujung televisi kabel. Ujung khususdilengkapi dengan penerima satelit, sambungan fiber kelokasi ujung regional lainnya dan penerima RF upsteam untuk pay-per-view dan data service. Konfigurasi jaringan data termasuk sistem CMTS dapat sebagai transport data upstream dan downstream dan dan rute IP untuk menghubungi ke lokasi super hub (Lihat gambar 5).
    Gambar 5. Super Hub
    Super hub adalah lokasi ujung kabel dengan fasilitas tambahan kontrol temperatur ke rumah degan bermacam server komputer, yang mana sangat dibutuhkan untuk menjalankan jaringan kabel data. Server termasuk pengiriman file, menggunakan hak dan pembukuan, kontrol log (syslog), alamat IP dan administrasi (server DHCP), server DNS, dan data over cable service interface spesifications (DOCSIS) kontrol server. 
    Pengguna data dari lokasi dasar dan super hub adalah penerima pada pusat regional data untuk kesatuan yang lebih lanjut dan distribusi melalui jaringan. Super hub didukung oleh dynamic host configuration protocol (DHCP), DNS (domain name server), dan server log kontrol yang penting untuk administrasi jaringan kabel data.Pusat regional data dihubungkan ke internet dan jaringan dunia luas dan juga server farms yang dibutuhkan untuk mendukung jasa internet. Server ini meliputi e-mail, Web hosting, berita, chat, proxy,caching, server media streaming.
    Gambar 6. Regional Data Center
    Pada penambahan ke jaringan kabel data, pusat jaringan data mungkin juga didukung oleh jasa modem dial-up (56-kbps service) dan business-to-business internet service. Swithing jaringan, rute dan server dilakukan pada pusat regional data untuk di dial-up secara bersamaan, kecepatan tinggi, dan busines internet service.
    Super hub dan pusat data regional dapat dijadikan menjadi satu lokasi dan diatur seperti satu kesatuan bisnis. Super hub diatur oleh jasa provider televisi kabel (TCI), sementara pusat regional data diatur sepreti terpisah dan bisnis bebas (@ rumah). Didalam satu wilayah, keberadaan Internet Service Provider (ISP) menyediakan pendukung pusat data regional untuk tempat asal dan lokasi super hub diatur oleh provider jaringan kabel data yang berdiri sendiri.
    Pusat regional data dihubungkan dengan pusat data regional yang lainnya menggunakan jaringan "backbone" nasional. Selain itu, tiap pusat regional data juga dihubungkan ke internet dan jasa jaringan dunia luas. Lalu lintas antara jaringan regional, internet dan jaringan regional yang lainnya adalah melalui pusat data regional.
  7. STANDAR JARINGAN KABEL DATA
Sistem kabel data terdiri dari bermacam teknologi dan standar yang berbeda. Untuk memasyarakatkan kabel modem, produk dari penjual yang berbeda harus dapat dioperasikan.
Untuk memenuhi syarat dari sistem yang dapat dioperasikan, operator televisi kabel di Amerika Utara membentuk rekanan yang terbatas, Multimedia Cable Network System (MCNS), and developed an initial set of cable modem requirements (DOCSIS). Penjual peralatan harus tunduk kepada peraturan DOCSIS dan tes kemampuan pengoperasian yang dilakukan oleh program sertifikasi CableLabs.
Physical Layer
Saluran Data Downstream
Pada tingkatan percobaan bentuk fisik, saluran data downstream harus berdasarkan spesifikasi video digital Amerika Utara dan berdasarkan ciri-ciri berikut :
  • 64 dan 256 QAM
  • 6 MHZ-spektrum yang digunakan berdampingan dengan sinyal lain didalam kabel utama
  • Rangkaian dari blok kode Reed-Solomon dan kode Trellis, mendukung operasi dalam peningkatan persentasi dari Kabel Utama Amerika Utara.
  • "variable length interleaving supports", kedua service data "latency-sensitive and latency-insensitive"
Saluran Data Upstream
Saluran data upstream harus mengikuti ciri-ciri sebagai berikut :
  • Format QPSK dan 16 QAM
  • Multiple symbol rates
  • Batas data dari 320kbps ke 10 Mbps
  • Fleksibel dan kabel modem yang dapat diprogram dibawah pengawasan CMTS
  • Frekuensi kecerdasan
  • Multiple akses time-division
  • Didukung oleh kedua protokol data unit : "fixed-frame and variable- length"
  • Dapat diprogram blok pengkodean Reed-Solomon
MAC Layers
Tingkatan MAC menyediakan persyaratan global untuk berbagai kabel modem pelanggan untuk membagi saluran data upstream untuk ditransmisikan ke jaringan. Syarat tersebut termasuk deteksi "tubrukan" dan transmisi balikan. Besarnya wilayah yang dapat dijangkau dari jaringan kabel data mengakibatkan masalah yang istimewa sebagai hasil dari waktu tunda transmisi antara pengguna dekat headend dengan pengguna yang jauh dari headend. Untuk menghilangkan rugi-rugi kabel dan waktu tunda yang diakibatkan oleh jarak, tingkatan MAC terdapat batasan, yang mana setiap kabel modem dapat mengakses waktu tunda yang ditransmisikan ke headend. Tingkatan MAC meningkatkan waktu sinkronisasi., penempatan bandwidth ke kabel modem di CMTS kontrol, deteksi error, pengendalian dan perbaikan error, prosedur untuk pendaftaran kabel modem yang baru. 
Privacy 
Kerahasiaan dari pengguna data diterima dengan cara menggunakan data link-layer antara kabel modem dan CMTS. Pengaturan dari parameter keamanan termasuk penguncian data diberikan kepada kabel modem oleh Asosiasi keamanan (SA). Semua transmisi upstream dari kabel modem berjalan melintasi saluran data upstream tunggal dan diterima oleh CMTS. Pada saluran data downstream CMTS harus memilih SA yang tepat berdasarkan alamat tujuan dari target kabel modem. 
Network Layer
Jaringan kabel data menggunakan IP untuk komunikasi dari kabel modem ke jaringan. The Internet Engineering Task Force (IETF) bentuk dasar DHCP untuk semua tugas pegalamatan IP dan administrasi didalam jaringan kabel. Sistem translasi pengalamatan jaringan (NAT) dapat digunakan untuk menempatkan multiple komputer yang menggunakan akses tunggal kecepatan-tinggi melalui kabel modem.
 
 
Transport Layer
Jaringan kabel data menggunakan protokol kontrol transmisi (TCP) dan protokol pengguna datagram (UDP) sebagai transport layer.
Application Layer
Semua aplikasi hubungan-internet ditingkatkan. Aplikasi ini termasuk e-mail, ftp, tftp, http, berita, chat, dan signaling network management protocol (SNMP). Penggunaan SNMP sangat baik untuk managemen dari CMTS dan kabel modem.
Operations System
The operations support system interface (OSSI) syarat dari DOCSIS menetapkan tentang bagaimana jaringan kabel data diatur. Sebagai catatan, ketetapan yang diperbolehkan dalam RF MIB. Sistem ini memungkin penjual untuk membuat EMS untuk mendukung managemen spektrum, managemen pelanggan, penagihan, dan operasi yang lainnya. 
 
 
  1. KESIMPULAN
Tehnologi kabel modem menawarkan akses kecepatan-tinggi untuk internet dan service jaringan dunia luas. Jaringan kabel data menggabungkan elemen yang penting untuk kemajuan teknologi moden yang akan datang dan menyediakan beberapa keuntungan seperti kerahasiaan, keamanan, jaringan data, akses internet dan ciri quality-of-service. Jaringan arsitektur end-to-end memungkinkan pengguna kabel modem untuk menyambung ke CMTS, in turn, menyambung ke pusat regional data untuk akses ke service internet. Demikianlah, melalui sistem dari sambungan jaringan, jaringan kabel data memungkinkan pengguna dihubungkan ke pengguna yang lainnya dimanapun didalam jaringan global.
Sumber:
Cable Modems - Cadant - The International Engineering Consortium
Oleh:
Arief Hamdani Gunawan - Divisi RisTI , PT. Telekomunikasi Indonesia
Andrik Abadi Kurniawan - FTE, Universitas Kristen Maranatha
Henky Prasetyo - FTE, Universitas Kristen Maranatha
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4290790832079925911#editor/src=dashboard